
Hai HomeySquad!
Dengar kata self-care, yang kebayang apa? Manja-manjaan? Selfish? Buang waktu? No…No…!! Self-care bukan tentang selfish atau manja. Ini maintenance dasar biar kita tetap waras, sehat, dan bisa hidup normal, bukannya jadi zombie dari meeting ke meeting.
Nah, karena Homey Button fokus ke self-care untuk remote worker Indonesia, artikel ini jadi “gerbang utama” sebelum kita masuk lebih dalam ke topik yang lebih detail.
Jadi kita rapihin mindset dulu, baru lanjut ke penerapannya.
Apa Itu Self-Care?
Self-care adalah cara merawat diri secara fisik, mental, emosional, dan sosial supaya hidup nggak berantakan. Hal ini bantu kita merasa lebih baik setiap harinya. Sama sekali bukan soal egois, tapi tentang tanggung jawab. Kalau kita nggak peduli sama diri sendiri, siapa lagi?
People must be able to meet their own self-care requisites to maintain health.
Kategori Self-Care
Self-care itu luas tapi HomeyB hanya akan membahas 4 kategori saja yang paling umum, yaitu:
1. Physical Self-Care
Ini tuh paling kelihatan dan sering di-skip sama pekerja remote.
Contohnya:
- Kena blue light dari layar laptop
- Jarang gerak (duduk 8 jam kayak paku)
- Kulit dan rambut kering kena AC seharian
- Skip makan karena meeting marathon
- Lupa minum air putih
- Jarang cuci muka apalagi mandi
- Jam tidur kacau
Makanya di Homey Button, hair care, skin care, dan body care bakal jadi fokus besar. Ini pondasi remote worker biar tetap tampil rapi, segar, dan percaya diri.
2. Emotional Self-Care
Isinya latihan mengontrol emosi, mengelola stres, ngomong baik sama diri sendiri, memaafkan, dan apresiasi diri.
HomeySquad tahu kan kalau memaafkan itu berat. Tapi sebetulnya baik buat kita karena bebas dari rasa dendam yang bisa merusak mental.
Terus kalau kamu lagi down, coba teknik butterfly hug (memeluk diri sendiri), efektif banget buat nenangin diri. Atau tulis perasaan lewat journaling, lepasin semua emosi tanpa drama.
3. Social Self-Care
Remote worker itu sering jadi “warga gua”. Kerja – meeting – tidur. Interaksi manusia? Nyaris nggak ada. Pantes aja sering merasa kesepian. Padahal support system dari pasangan, keluarga, teman itu penting buat jaga kewarasan.
4. Spiritual Self-Care
Ini ranah paling pribadi. Nggak ribet kok. Kamu tinggal lakuin hal ini: berdoa, meditasi, duduk menikmati angin sore, atau sekadar hening beberapa menit. Intinnya mengingatkan diri kenapa kita hidup, kerja, dan bergerak.
Kenapa Self-Care Penting Buat Remote Worker
Burnout remote worker itu real.
Kerja nonstop → lupa makan → skip olahraga → badan protes → mood hancur → insecure → mental kacau.
Kadang masih ditambah komentar orang lain yang nyelekit, makin bikin kita collaps. Puncaknya, pas kita nggak berani bilang “TIDAK”, akhirnya cuma dimanfaatin orang. Diperas tenaga dan waktunya. Lengkap sudah penderitaannya.
Solusinya? Mulai dari merawat diri. Self-care itu rem, bukan kemewahan.
Dengan rutin self-care:
- Boundaries makin jelas
- Produktivitas naik
- Stres lebih terkendali
- Penampilan makin rapi
- Percaya diri stabil
- Hubungan sosial lebih sehat
- Energi positif nular ke sekitar
Kalau kita punya self-respect, otomatis orang lain akan merespect kita juga. Simple.
Tips Singkat Self-Care Untuk Remote Worker
Gerak
Jangan kaya patung! Duduk 8 jam non-stop. Set timer tiap 1 jam buat stretching selama 5 menit atau sekadar jalan-jalan keliling rumah.
Tidur berkualitas
Kurang tidur bikin mood jelek dan fokus buyar. Perbaiki pola tidur biar badan recover. Kamu bisa intip rahasia tidur yang berkualitas di artikel ini 5 Tips Tidur Malam Berkualitas, Bangun Jadi Lebih On Point.
Meditasi
Satu sesi pendek udah cukup bikin tenang dan buang energi buruk. Sekarang banyak aplikasi gratis buat panduanmu.
Pola makan sehat
Skip makan bukan prestasi, yang ada malah kamu loyo. Sedia snack sehat, minum air minimal 2 liter per hari, kurangi makan manis dan gorengan.
Punya hobi di luar kerja
Jangan cuma kerja-tidur-kerja (ini sih HomeyB banget pas belum aware tentang self-care). Lakuin hobi: traveling, baca buku, gardening, masak atau apapun yang bikin bahagia.
Jaga komunikasi
WFH atau WFA bukan anti sosial. Kalau kamu jauh dari keluarga, sering-seringlah video call. Atau kamu bisa telepon temen buat ngobrol ringan. Tanpa ngobrol sama sekali, bisa-bisa depresi.
Batasi media sosial
Hati-hati matamu jadi korban! Screen time udah tinggi karena kerja di laptop. Jangan tambahin scroll media sosial sampai berjam-jam. Set limit! Terlalu fokus ke dunia maya bisa bikin kita lupa menghargai kehidupan nyata.

DOs & DON’Ts Tentang Self-Care
DOs
- Olahraga teratur
- Tidur berkualitas
- Makan sehat
- Tetap terhidrasi
- Memaafkan diri & orang lain
- Bersosialisasi
- Belajar hal baru
- Self-talk
- Me time
- Beribadah
- Meditasi di alam terbuka
- Berani bilang”TIDAK”
DON’Ts
- Malas olahraga
- Begadang
- Asal pilih asupan makanan
- Berperilaku seenaknya
- Berpikir bahwa self-care itu “EGOIS”
- Berada dalam lingkungan toxic
- Meragukan diri sendiri
- Nggak punya boundaries
- Cuek terhadap penampilan fisik
- Jarang beribadah
- Tidak punya tujuan hidup
- Scroll media sosial sampai lupa waktu
Sekarang HomeySquad sudah tahu kan pentingnya self-care? Apalagi buat remote worker yang rawan burnout dan lupa merawat diri. Ayo mulai hari ini diterapkan secara rutin supaya kita lebih bahagia dan percaya diri dari hari ke hari.
Percaya deh, ketika kamu tampil terawat, sikap lebih tenang, dan pikiran lebih jernih, dunia ikut berubah cara memandangmu. Rezeki dan peluang pun datang sendiri.
Contohnya ketika HomeyB sendiri berhasil perbaiki penampilan dan jaga sikap, kesempatan kerja sama dengan orang lain lebih banyak dibandingkan ketika HomeyB cuek terhadap penampilan dan nggak nerapin basic manner.
Are you ready? Satu langkah kecil adalah titik balik hidupmu. Jangan lupa mengucap syukur!
Referensi:
- Health Coach Institute – 7 Types of Self-Care & Why You Need Them
Pingback: 5 Ritual Pagi yang Menyegarkan Harimu! -
Pingback: Berani Berkata Tidak - Praktek Tidak Sampai 10 Detik, tetapi Berat