
Jerawat itu masalah umum yang hampir semua orang pernah hadapi. Udah ganggu penampilan, bikin minder pula. Bahkan beberapa orang sampai depresi karena jerawatnya nggak kunjung sembuh.
Banyak orang fokusnya hanya ke obat luar dan berlomba-lomba hunting skin care yang paling pas buat hempaskan jerawat. Betul, itu memang bisa jadi solusi.
Tapi pengobatan dari dalam sering dilupakan, misalnya konsumsi ANTIBIOTIK. Jerawat tertentu memang butuh bantuan antibiotik, terutama yang sudah parah.
HomeySquad tahu nggak kegunaan antibiotik untuk jerawat?
Nah, mendingan sekarang HomeyB jelaskan kegunaan antibiotik buat jerawat, cara pakai (minum atau oles) dan rekomendasi produknya.
Mengapa Jerawat Tertentu Perlu Antibiotik?
Jerawat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Pada kasus ringan, skincare saja biasanya cukup. Tapi untuk jerawat yang parah apalagi meradang, seperti jerawat nodul atau jerawat kistik, antibiotik jadi “penyelamat”. Antibiotik bekerja dengan mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat dan meredakan inflamasi.

Jerawat nodul
Jenis jerawat parah dan menimbulkan benjolan keras atau simpul di bawah kulit.
Jerawat kistik
Jenis jerawat paling parah dan berbahaya, ditandai dengan terbentuknya kista berisi nanah di dalam kulit.
Image Concept by Homey Button
Catat! Nggak semua jenis jerawat butuh antibiotik!
Obat ini hanya untuk kondisi berat, peradangan, dan yang berisiko meninggalkan bekas. Sebelum meresepkannya, dokter biasanya mempertimbangkan tingkat keparahan jerawat, usia, dan riwayat pengobatan sebelumnya.
Kalau kamu kerja dari rumah dan stress sering memicu flare-up, ketahui kapan kamu harus pakai antibiotik ya biar ini jadi langkah self-care yang bijak, bukan panik.
Kegunaan Antibiotik Untuk Jerawat
- Basmi bakteri penyebab jerawat.
- Kurangi peradangan.
- Cegah munculnya jerawat baru.
- Regenerasi sel kulit.
- Cegah infeksi.
- Kontrol produksi minyak.
- Hilangkan bekas jerawat.
- Atasi rosacea.
Cara Penggunaan Antibiotik
Antibiotik untuk jerawat tersedia dalam bentuk oral (diminum) dan topikal (dioles).
1. Antibiotik Oral
- Diresepkan untuk jerawat yang lebih parah.
- Mengandung zat aktif seperti doksisiklin atau minosiklin.
- Dosis rekomendasi dari dokter biasanya diminum sekali atau dua kali sehari selama periode tertentu.
- Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter, karena bisa menyebabkan resistensi antibiotik.
2. Antibiotik Topikal
- Dioleskan langsung pada area yang terkena.
- Gunakan sesuai petunjuk dokter, biasanya sekali atau dua kali sehari.
- Pastikan kulit dalam keadaan bersih dan kering.
Tips Pemakaian Antibiotik Menurut Kemenkes
- Harus beli dengan resep dokter.
- Jangan gunakan antibiotik untuk infeksi selain bakteri.
- Nggak menyetok antibiotik di rumah.
- Dilarang memberikan antibiotik sisa ke orang lain.
- Habiskan antibiotik sesuai aturan pakai.
Rekomendasi Obat Antibiotik Untuk Jerawat
Sebelum konsumsi antibiotik, wajib konsultasi ke dokter. Ini beberapa rekomendasi antibiotik untuk jerawat:
- Doksisiklin
Obat minum yang bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Minum saat perut kosong, bisa 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan (buat yang punya sakit maag). - Minosiklin
Bekerja dengan cara membunuh bakteri yang menginfeksi pori-pori serta mengurangi produksi minyak penyebab jerawat. - Klindamisin
Tersedia dalam bentuk oles dan oral. Obat ini berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri pada kulit berjerawat. - Eritromisin
Berguna buat bunuh bakteri penyebab infeksi kulit dan mengatasi gangguan kulit jangka panjang.

DOs & DON’Ts Tentang Kegunaan Antibiotik Untuk Jerawat
DOs
- Kenali jenis jerawatmu
- Konsultasi dengan dokter jenis jerawat mana yang butuh antibiotik
- Konsumsi antibiotik harus dengan resep dokter
- Antibiotik oral harus dihabiskan sesuai durasi yang dianjurkan
- Antibiotik topikal dioleskan di kulit yang bersih dan kering
- Pahami efek samping antibiotik
- Pakai antibiotik hanya untuk infeksi karena bakteri
- Jika bersamaan sedang konsumsi obat lain, beri jeda waktu antara antibiotik dan obat lainnya
DON’Ts
- Tidak mengedukasi diri tentang jenis jerawat sehingga bisa salah penanganan
- Enggan periksa ke dokter untuk jerawat yang sudah parah
- Asal minum antibiotik tanpa diresepkan oleh dokter
- Menyisakan antibiotik oral
- Antibiotik topikal dipakai ke kulit yang kotor dan basah
- Memberikan sisa antibiotik ke orang lain
- Konsumsi antibiotik untuk infeksi non-bakteri
- Minum antibiotik berlebihan hingga tubuh jadi kebal (resistensi antibiotik)
Itulah kegunaan antibiotik buat jerawat serta rekomendasi yang sering digunakan oleh para apoteker/dokter kulit/dermatologist. Saat jerawat parah hinggap di wajah, langsung konsultasi ke dokter. Dokter akan memberikan antibiotik sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
Tugas selanjutnya barulah memperbaiki tekstur kulit dan merawat kulit seperti biasa dengan skin care. Semangat ya buat para acne fighter !
Referensi:
- E-journal Iain Bukit Tinggi – Manfaat Antibiotik untuk Wajah yang Bikin Penasaran (2024)
- Kemenkes – Menggunakan Antibiotik Dengan Bijak (2023)
- Alodokter – Penggunaan Antibiotik untuk Jerawat dan Tips Mengatasinya (2022)
Pingback: Apakah Obat Roaccutane Untuk Jerawat Benar-Benar Manjur? -