
HomeySquad, kuku kamu termasuk yang gampang patah, kusam, dan gampang terbelah? Padahal kamu jarang pakai bahan kimia aneh-aneh.
Plot twist-nya: pelakunya justru kamu sendiri. Kebiasaan kecil diulang tiap hari, apalagi kalau kerja remote, diam-diam, slow aja, kerja terus, self-care ala kadarnya, tahu-tahu kuku sudah rusak.
Nah, HomeyB bakal sebutin 5 contoh kebiasaan buruk yang bikin kuku cepat rusak. Yuk, cek dan koreksi sebelum terlambat!
5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Kuku Cepat Rusak
1. Kuku Dijadikan Alat Serbaguna
Kebanyakan orang pasti sering nggak sadar ngelakuin ini. Karena mau cepat terus pakai kuku buat buka kaleng minuman, congkel stiker, buka casing HP, sampai tekan tombol keyboard keras-keras. Kebiasaan ini bikin ujung kuku kamu rapuh dan cepat pecah.
2. Gigit Kuku atau Kulit Sekitarnya
Waktu lagi stres atau bosan, beberapa orang reflek langsung gigitin kuku. Kayaknya sepele. Padahal selain bikin bentuk kuku nggak rata, juga bisa menyebabkan infeksi ringan di area kutikula.
3. Congkel Kuteks Pakai Kuku
Pas kuteks mulai ngelupas, tangan kita suka jahil buat kopekin. Masalahnya bukan cuma warna kuteks yang hilang tapi lapisan kuku ikut terangkat dan jadi tipis.
4. Kikir Kuku Bolak-Balik
Ngikir kuku bolak-balik bisa bikin kuku retak halus. Sebaiknya kikir kuku satu arah buat hasil yang lebih halus dan sehat.
5. Tangan dan Kuku Lupa Dikasih Pelembap
Kebiasaan cuci tangan itu bagus. Tapi kalau lupa melembapkan setelahnya, kuku bisa jadi kering dan kusam. Pakai lotion atau vitamin kuku.
Tanda-Tanda Kuku Kamu Butuh Lebih Banyak Perhatian
Kuku jarang ngeluh. Nggak sakit, nggak rewel. Tapi bukan berarti dia baik-baik saja. Biasanya kuku protes diam-diam dan kalau kamu cuek, rusaknya belakangan.
Coba cek cepat, kamu kena yang mana?
1. Kuku Gampang Patah atau Terbelah
Padahal lagi nggak kebentur apa-apa atau kena tekanan besar. Ini biasanya karena kering, kurang nutrisi, atau kebanyakan kena bahan kimia.
2. Permukaan Kuku Kasar atau Bergelombang
Kuku sehat permukaannya halus. Kalau kamu mulai lihat garis-garis atau permukaan kasar, bisa jadi efek kebiasaan mengikir kuku bolak-balik atau minim nutrisi .
3. Warna Kuku Kusam atau Menguning
Terlalu sering pakai kuteks tanpa base coat, atau nggak kasi waktu kuku untuk “bernapas”. Kuku sehat biasanya berwarna bening ke pink alami.
4. Kulit di Sekitar Kuku Kering
Ini sih sudah pasti karena kurang kelembapan. Selain ganggu penampilan, juga bikin kuku gampang rapuh karena “rumahnya” nggak sehat.
5. Kuku Tumbuh Nggak Merata atau Lambat
Kuku yang bentuknya nggak rata atau melambat, sinyal kalau kamu lagi stres, pola makannya buruk, atau kurang perawatan dasar.

Images Concept by Homey Button
Andaikata kamu ngalamin 2 atau lebih tanda di atas, artinya kuku kamu mulai minta perhatian. Tenang, nggak perlu langsung ke salon mahal. Cukup ubah kebiasaan kecil dan luangkan waktu sedikit untuk self-care, kuku kamu pasti akan berterima kasih.

DOs & DON’Ts Tentang Kuku Sehat dan Cantik
DOs
- Pakai cuticle oil atau minyak zaitun sebelum tidur
- Kikir kuku dengan benar yaitu satu arah
- Pilih nail polish remover tanpa aseton yang lembut untuk kuku
- Bawa nail file kecil di pouch untuk mengatasi kuku pecah tanpa digigit
- Luangkan waktu satu minggu dalam sebulan “nail detox” tanpa kuteks
DON’TS
- Pakai kuku buat buka kemasan
- Gigit kuku saat stres
- Kikis kuteks pakai tangan sehingga lapisan kuku ikut terangkat dan jadi tipis
- Potong kutikula terlalu dalam
- Gunakan kuteks berlapis-lapis tanpa beri jeda “napas” buat kuku
Kalau penampilanmu sudah oke tapi kuku geradakan, kan nggak banget ya. Mulai sekarang stop kebiasaan buruk! Rawat rutin kuku kaki dan tangan.
Yuk, bagikan pengalamanmu di kolom komentar, dan ajak teman kamu baca ini biar sama-sama punya kuku sehat dan cantik!