
Siapa yang pernah merasa malas pakai tabir surya? Apalagi sejak maraknya sistem kerja secara remote atau kerja dari rumah membuat kita jadi skip “prep” yang biasanya dilakukan kalau harus ke kantor.
Beberapa orang juga berpikir itu adalah tahapan skin care yang ribet, atau bahkan dirasa nggak penting. Namun, yang harus kamu tau, kalau kita melewati tahapan pemakaian sunscreen dampaknya bisa serius buat kesehatan kulit. Jangan biarkan hal itu terjadi di kamu ya HomeySquad.
HomeyB akan mengungkap lima alasan mengapa orang seringkali malas mengaplikasikan tabir surya. HomeyB juga menawarkan solusi praktis supaya kamu nggak berat melakukannya.
Sejak kerja remote jadi norma baru, kemalasan pakai sunscreen ini makin parah karena seolah nggak ada “social pressure” kayak pas kita harus ke kantor. Gak ada meeting tatap muka yang bikin kita harus tampil maksimal. Hasilnya? Kulit jadi korban.
Tapi gimana pun juga, kamera meeting online itu gak bohong. Kulit kusam, flek, atau penuaan dini, semua kelihatan di screen.
Lalu apa sih yang bikin orang malas mengaplikasikan tabir surya ke wajah? Ini dia!
5 Alasan Orang Malas Menggunakan Tabir Surya
1. Tabir Surya Dirasa Lengket dan Berat
Banyak yang nyerah karena merasa teksturnya lengket dan berat, jadi pas mau pakai udah risih duluan.
Solusi: Pilih formulasi ringan yang bebas minyak atau berbasis air. Sekarang sudah enak banget dipakai dan cepat meresap. Contohnya Neutrogena SPF 50 (oil-free, tahan air dan keringat, non-comedogenic, tekstur ringan, broad spectrum).
2. Nggak Paham Seberapa Bahaya UV
Masih banyak yang mikir sunscreen cuma buat ke pantai atau saat cuaca panas. Padahal sinar UV bisa merusak kulit meski cuaca mendung atau saat berada di dalam ruangan.
Baca Juga: Haruskah Tetap Pakai Sunscreen di Rumah?
Solusi: Edukasi diri sendiri tentang risiko paparan sinar UV dan pentingnya perlindungan setiap hari. Jadikan sunscreen kebiasaan basic, bukan acara spesial.
Remote worker makin butuh perlindungan indoor karena duduk dekat jendela itu diam-diam nyiksa kulit kalau cahayanya masuk.
3. Ngerasa Ribet dan Makan Waktu
Ini dia alasan yang paling sering HomeyB denger dari yang WFH. “Ah nanti saja, nggak ada meeting pagi kok”. Mereka sering merasa duh kelamaan malas, banyak tahapan skin care lah, nungguin meresap dulu lah. Akhirnya nggak dipakai juga.
Solusi: Pilih yang berbentuk spray atau stick sehingga lebih efisien. Seperti Skintific All Day Light SPF 50 (spray UV mist tone up, teknologi microkapsul, 5x ceramide, kaya antioksidan).
4. Takut Wajah Berminyak atau Whitecast
Seringkali sehabis pakai tabir surya muka terasa lebih berminyak, bahkan terkadang terjadi whitecast (putih-putih di wajah dan tidak merata).
Solusi: Cari sunscreen yang skinkron dengan makeup kamu. Misalnya yang transparan, matte finish, no cakey atau primer ber-SPF juga aman buat daily Zoom call.
5. Anggapan Salah Bahwa Kulit Gelap Tidak Perlu Pakai
Ini mitos yang susah hilang. Semua jenis kulit bisa kena sun damage dan perlu perlindungan dari sinar UV.
Solusi: Tidak peduli apapun warna kulit kamu, tetap gunakan tabir surya.
Efek Samping Kalau Salah Pilih
Beberapa bahan dalam tabir surya bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Tanda tidak cocok pakai sunscreen, misalnya: wajah kemerahan, ruam, gatal, kering, dan kulit pecah-pecah.
Makanya selalu lakukan patch test dulu sebelum pemakaian penuh. Cocok ya lanjut. Nggak cocok ya ganti.

DOs & DON’Ts Tentang Malas Pakai Tabir Surya
DOs
- Sadari fungsi sunscreen dan risiko UV
- Pakai setiap hari, mendung atau cerah
- Apapun warna kulitmu tetap pakai tabir surya
- Cocokkan dengan jenis kulit supaya nggak malas lagi dan merasa lengket
- Lakukan tes alergi lebih dulu
- Aplikasikan merata, jangan lupa telinga & leher
DON’Ts
- Tidak tahu pentingnya tabir surya
- Tidak berusaha melindungi wajah dari sinar UV
- Hanya pakai tabir surya saat cuaca panas menyengat
- Berpikir kulit gelap kebal UV
- Asal pilih sunscreen dan ngeluh nggak cocok (akhirnya hanya terdampar di meja rias)
- Tidak melakukan tes alergi terlebih dahulu

Reminder Buat Remote Worker!
Jangan malas menggunakan tabir surya sebagai rutinitas harianmu. Stop membiarkan kulitmu menjadi korban efek buruk sinar UV.
Set alarm “sunscreen o’clock” 15 menit sebelum jam kerja. Non-negotiable. Anggap ini SOP kecil biar kamu tetap tampil fresh di depan kamera.
Self-care yang konsisten itu bukan ribet, yang ribet itu ngebenerin kulit rusak karena malas.
Foto: Kindel Media | Pexels
Referensi:
- American Academy of Dermatology – Efek Jangka Panjang Paparan Sinar UV
- Mayo Clinic – Efek Samping Penggunaan Tabir Surya dan Reaksi Terhadap Produk Tertentu