Home » Blog » Kenapa Uban Sebaiknya Tidak Dicabut? Ini Efeknya!

Kenapa Uban Sebaiknya Tidak Dicabut? Ini Efeknya!

mencabut uban dengan pinset (Image Concept by Homey Button)

Uban umumnya muncul sejalan dengan bertambahnya usia. Tapi faktanya, sekarang uban nggak nunggu tua. Stres, faktor genetik, pola makan, gaya hidup serba ngebut, sampai penyakit autoimun kulit jadi penyebab rambut memutih lebih cepat.

Begitu uban muncul, refleks paling umum yaitu cabut. Kelihatan simpel dan cepat beres. Padahal mencabut uban tuh ada efeknya juga lho.

Mungkin kalau cuma satu-dua helai rambut putihnya, masih oke langsung dicabut. Tapi kalau ubannya sudah banyak, mencabut uban bukan solusi, malah bisa bikin masalah baru di kulit kepala. Dari iritasi sampai rambut makin menipis.

Nah, HomeyB bakal bongkar efek mencabut uban dan alternatif aman buat menutupinya. Self-care bukan cuma soal tampilan, tapi juga keputusan kecil yang lebih cerdas buat tubuh kita.

Efek Jika Uban Dicabut

Mencabut uban itu simpel. Tapi efek sampingnya nggak sesimpel itu.

Folikel Rambut Bisa Rusak

Folikel adalah tempat tumbuhnya rambut. Pas kita cabut uban, folikel ketarik paksa. Kalau rusak, kemungkinan rambut nggak akan tumbuh lagi. Kalau tumbuh pun, kualitasnya nggak bagus, teksturnya lebih kasar dibanding yang alami.

Kulit Kepala Rentan Infeksi/Iritasi

Kulit kepala mudah terinfeksi karena pas rambut dicabut folikelnya jadi terbuka dan jadi pintu masuk bakteri. Hasilnya? Merah, gatal, benjol, bahkan rasa nyeri. Mirip jerawat di kulit kepala.

Memicu Rambut Tumbuh ke Dalam

Rambut baru tumbuhnya malah mengarah ke dalam kulit, bukannya tumbuh normal seperti biasanya. Kulit kepala jadi menonjol berisi rambut. Bisa saja kita keluarkan tapi ujung-ujungnya bisa luka. HomeyB pernah coba ngeluarin ingrown hair pakai pinset, tapi kulit kepala jadi luka dan lama-lama korengan.

Rambut Baru yang Tumbuh Tetap Putih

Ini yang bikin nyesek. Uban dicabut berharap tumbuhnya hitam, eh ternyata tetap putih. Satu folikel satu warna. Jadi ya, di wadah yang sama keluarnya putih lagi putih lagi.

Risiko Kebotakan

Sering cabut di tempat yang sama bikin folikel lelah lalu mati. Lama-lama belahan rambut melebar dan botak permanen bisa jadi momok yang menghantui di depan mata.

Cara Menutupi Uban

Daripada nyiksa kulit kepala, mending tutupi pakai cara yang lebih oke, misalnya:

Cat Rambut Pakai Sisir Uban

Praktis, fokus di bagian putih saja. Nggak perlu repot-repot warnai seluruh rambut. Coba deh produk ini CrownCare Pewarna Rambut Buah. Semir rambut ini enak dipakai karena bisa retouch bagian tertentu, warnanya tahan lama, wangi buah segar, dan bebas amonia.

Cara Pemakaian:

  • Pastikan rambut dalam keadaan kering.
  • Pakai sarung tangan.
  • Pasang sisir pada botol.
  • Sisir pada bagian rambut yang beruban.
  • Diamkan 30-40 menit.
  • Bilas rambut dengan shampo.

Shampo Sekaligus Pewarna Rambut

Mandi sambil nutup uban? Bisa. Pakai shampo sekaligus semir rambut kayak CrownCare Shampo Penghitam Uban. Bisa nutup uban dengan sempurna dan memberi kilau alami yang segar.

Plusnya ada kandungan minyak biji hazelnut (menenangkan rambut), ekstrak pikea robusta (pelindung pewarnaan rambut), ekstrak daun biota orientals (perawatan kesehatan), ekstrak akar jahe (seimbangkan kulit kepala), dan polygonum multiflorum (nutrisi rambut).

Cara Pengunaan:

  • Oleskan shampo ke rambut kering secara merata.
  • Biarkan 25-30 menit.
  • Bilas sampai bersih .
  • Nikmati hasil pewarnaan yang natural.

Estimasi Pemakaian:

  • Rambut pendek pria: 12x
  • Rambut pendek wanita: 6x
  • Rambut sebahu: 4x
  • Rambut panjang: 2x

Baca Juga: Cara Mengatasi Rambut Beruban Dengan Minyak Kelapa

Homey Button

DOs & DON’Ts Tentang Mengatasi Uban

  • Biarkan uban tumbuh alami, jika kamu nyaman
  • Gunakan pewarna rambut alami
  • Pilih yang sekaligus ada pelembapnya
  • Mewarnai saat kulit kepala tidak ada luka
  • Lakukan tes alergi lebih dulu
  • Jaga kesehatan kulit kepala
  • Mencabut uban, terutama yang ubannya sudah banyak
  • Pakai pewarna yang mengandung amonia
  • Pilih produk yang tidak ada pelembapnya
  • Mewarnai uban saat ada luka di kepala
  • Langsung pakai produk tanpa tes alergi
  • Tidak merawat kesehatan kulit kepala

Beruban itu wajar. Panik dan asal cabut? Nah, itu yang bikin masalah baru. Sekarang kamu sudah tahu efek buruk mencabut uban dan opsi aman buat menutupinya.

GImanapun juga munculnya rambut putih adalah peristiwa alami dalam siklus kehidupan. Kalau nyaman sama rambut putih alami, bisa dibiarkan saja dan tampil apa adanya.

Tapi, buat kamu yang pengen rambut kembali hitam dan alami, pakai cara-cara simpel yang sudah direkomendasikan di atas.

Sekarang di market place juga sudah banyak kok pewarna uban selain hitam, misalnya coklat, burgundy, biru, dan sebagainya. Jadi uban bisa teratasi dan kamu bisa tetap bergaya.

Kalau kamu gimana, HomeySquad, sudah beruban atau belum? Pengen dibiarkan atau ditutupi? Share di komen ya pengalaman kamu!

Referensi:

  • RRI.co.id – Alasan Uban Tidak Boleh Dicabut (2024)
  • Telemed.ihc.id – Masih Muda Kok Ubanan, Apa Sebabnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *